Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Saturday, January 9, 2010

Dunia Lain

Aku mencintai seseorang.Ia berada di L.A.Saat aku ke sana,tak seirangpun ku temui.Ternyata, Ia menghilang.Entah ke mana.

Waktu pun berlalu,aku mencari rumahnya ingga aku menemukan rumah nya.Aku masuk ke dalam.Sepi!gumamku dalam hati.

Begitu gelap yang ku lihat.Aku akhirnya memberanikan diri masuk ke kamar.

Dalam ruangan iti,bukanlah kamar tidur yang ku temui.Ternyata,itu adalah hutan.


Aku jadi teringat pada film Narnia,tapi ini adalah kenyataan.hutan itu begitu terang.Aku mencari tahu apa yang ada di dalam.Aku melangkahkan kaiku dan aku menemukan sesuatu yang aneh.Sebuh jurang.Aku menengok ke arah bawah juramng tersebut.Api menyala-menyala dari dasar jurang tersebut.Itukan neraka?apa benar sedemikian panas?

Semua orang yang ada di dalam api itu menjerit ketakutan dan kesakita.Aku terbelalak melihat itu semu7a.Neraka itu benar-benar ada.

Ku dapati diriku melemas dan tak sadarkan diri.Saat aku terbangun,aku menyadari bahwa itu hanyalah mimpi.


Menembus dinding

Aku adalah seorang manusia yang teraneh di dunia.Aku mampu menembus dinding dan .kelebihan ini masih dalam rahasiaku.Aku menjalani kehidupan layaknya makhluk yang lain.Kesederhanaan yang merajang di setiap waktu membuatku menemukan sesuatu yang indah.



Kemampuan menembus dinding ini sangat bermanfaat bagi aku pribadi karena aku seringkali telat berangkat sekolah sehingga saat aku telah,aku mampu menembus ruang kelasku tanpa dimarahi guru.

Hingga pda suatu pagi,
Aku berangkat ke sekolah yang tak jauh dari rumahku.Ku lihat sekeliling saat aku melintasi bukit yang asriTampak seorang anak kecil.Ia menjulurkn tangannya.Aku terdiam dan berfikir sejenak.Jika aku menembus dinding dan memutar wktu,aku ingfin kelebihan itu dapat membantu umat seperti dia.


"Mbak,minta uang,,,,"kata anak kecil tersebut memelas.Bajunya lusuh dan tak terawat.Mungkin,ia tak sanggup membeli pakaian baru.Aku mendekat padanya dan berkata,"mengapa kamu mengemis?di mana orang tua mu?".Ia terdioam.Matanya mulai berkaca-kca."Aku kehilangn semuanya".Ia menengadahkan tangannya sambil tertunduk.aku turut bersedih saat melihat wajahnya.


"Ibuku telah tiada."lirihnya.Tiba-tiba muncul suara dalam hatiku."aku tak mau mempunyai kelebihan apaun yang tidak dapat menolong anak ini atau anak lainnya yang membutuhkanku."
Aku menarik tangannya.Ku ajak ia ke rumahku.Kami menjadi satu bagian keluarga hingga aku melupakan tentang kemampuanku menebus dinding.

Demikianlah kita harus bermanfaat bagi orang lain.

Karya Hanifatu Ummah







Friday, January 8, 2010

Meredam sunyi

Cerpen Kilat


Ini adalah duniaku yakni ketika aku berdiri sendiri diatas butiran tanah yang tersebar dalam dunia yang begitu fana dan luas.Aku .Inilah aku.Aku tak tidak memiliki sesuatu yang membuat orang ain bangga.Aku merajut mimpi dengan termangu di atas lapangan yang disediakan oleh Sang Pencipta.Kesendirian yang merajang di tiap kali aku berdiam di sini semakin membuatku tersudut dari dunia sosialisasi luar hingga akhirnya….benarkah aku akan sendirian hingga kematian mencekikku?



“Hai,Izah!”teriak salah seorang temanku di sudut pintu.Ia tersenyum mendengarku.
Dia adalah dia.


Siapa sangka,Dia masih ingat alamat rumahku.Padahal,rumahku begitu jauh dan Dia telah lama tidak pernah mengunjungi rumahku.

"Dia...?"teriakku.Ia memelukku erat.Kami adalah sahabat karib dahulu.
"maaf Izah,,,aku tak pernah mengunjungimu karena aku bersekolah di luar kota.maaf,,,aku kangen sama kamu"ucapnya sambil berkaca-kaca.

Aku sangka,teman-temanku tidak lagi mengingatku dan aku tlah berlalu begitu saja dalam kehidupan mereka hingga hanya kesendirian yang selalu meradang di relung keheniongan.


Sesaat tadi aku merasa aku tak sendirian di dunia ini.Aku mempunyai seorang teman.Ia tersenyum begitu manis.Ternyata kita tak pernah tahu betapa teman begitu mencintai kita.